GRESIK – Empat orang pelukis berbeda aliran menyelenggarakan pameran lukisan di gedung parlemen Jl KH Wahid Hasyim. Pameran bertajuk Ekspresi Kebersamaan itu diadakan untuk memperingati HUT Ke-62 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan akan berlangsung hingga Rabu (10/10).
Mereka adalah M. Zainul Arifin alias Inoeng. Pelukis yang juga guru kesenian tersebut menggunakan media kanvas dan semir. Lalu, Wayono alias Zhienke’. Pelukis asal Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, itu dikenal dengan perupa bekas kayu dimakan rayap. Berikutnya, Bambang Sutopo, pelukis asal Desa Lebaniwaras, Kecamatan Wringinanom; dan Yudi Dogel.
Menurut Rudi Isbandi, pelukis dan kurator seni asal Kota Surabaya, lukisan yang baik harus mengandung tiga nilai dasar. Yakni, mutu, kemampuan teknis melukis, dan wawasan pelukisnya. “Sudah tidak zamannya lagi memperdebatkan aliran lukisan,” kata Rudi di sela-sela pameran kemarin (5/10).
Di antaran puluhan lukisan yang dipajang, lukisan Inoeng berjudul Kerakusan paling menyita perhatian. Lukisan berukuran 100 x 140 sentimeter tersebut menggambarkan dua kucing sedang bertengkar. Itu adalah koleksi Inoeng pribadi sejak 2002. Harganya pada 2002 Rp 10 juta. (yad)
Radar Gresik,
Sabtu, 06 Okt 2007
Pameran Ekspresi Kebersamaan Pelukis
GRESIK – Empat orang pelukis berbeda aliran menyelenggarakan pameran lukisan di gedung parlemen Jl KH Wahid Hasyim. Pameran bertajuk Ekspresi Kebersamaan itu diadakan untuk memperingati HUT Ke-62 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan akan berlangsung hingga Rabu (10/10).
Mereka adalah M. Zainul Arifin alias Inoeng. Pelukis yang juga guru kesenian tersebut menggunakan media kanvas dan semir. Lalu, Wayono alias Zhienke’. Pelukis asal Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, itu dikenal dengan perupa bekas kayu dimakan rayap. Berikutnya, Bambang Sutopo, pelukis asal Desa Lebaniwaras, Kecamatan Wringinanom; dan Yudi Dogel.
Menurut Rudi Isbandi, pelukis dan kurator seni asal Kota Surabaya, lukisan yang baik harus mengandung tiga nilai dasar. Yakni, mutu, kemampuan teknis melukis, dan wawasan pelukisnya. “Sudah tidak zamannya lagi memperdebatkan aliran lukisan,” kata Rudi di sela-sela pameran kemarin (5/10).
Di antaran puluhan lukisan yang dipajang, lukisan Inoeng berjudul Kerakusan paling menyita perhatian. Lukisan berukuran 100 x 140 sentimeter tersebut menggambarkan dua kucing sedang bertengkar. Itu adalah koleksi Inoeng pribadi sejak 2002. Harganya pada 2002 Rp 10 juta